Are you a member? sign in or take a minute to sign up

Cancel
logo

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Negeri / PHI / TIPIKOR Bengkulu Kelas IA

Jl. Sungai Rupat - Pagar Dewa, Kota Bengkulu

e-Court

E-Skum

E-Learning Mahkamah Agung Republik Indonesia

Evaluasi SIPP

Komunikasi Data Nasional

Sistem Informasi Kepegawaian

Portal Sistem Informasi Mahkamah Agung Republik Indonesia

Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Bengkulu

website sistem informasi pengawasan

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Pengadilan Negeri / PHI / TIPIKOR Bengkulu Kelas IA Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Pengadilan Negeri / PHI / TIPIKOR Bengkulu Kelas IA Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Bengkulu, 15 Maret 2019 bertempat di Gedung Pengadilan Negeri Bengkulu di selenggarakan Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Pengadilan Negeri / PHI / TIPIKOR Bengkulu Kelas IA Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang turut dihadiri oleh FKPD dan tokoh MUI dan Ketua Badan Musyawarah Adat.

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu Bapak Irfanudin, S.H., M.H. menyampaikan kebijakan dan penerapan aplikasi yang dikembangkan oleh Mahkamah Agung RI (MARI) yang telah diterapkan diantaranya Aplikasi E-Tilang yang dapat dilihat di Website www.pn-bengkulu.go.id dan Pengadilan Negeri Bengkulu dalam hal ini menjadi salah satu lembaga yang menjadi pilot project. Karena itu, seluruh jajaran pengadilan bertekad untuk mewujudkan target tersebut dengan terlebih dahulu menetapkan arah kebijakan sebagaimana yang tertuang dalam peraturan Mahkamah Agung melalui Aplikasi e-Court yang menerapkan system e-Filling, e-Payment dan e-Summon.

Di dalamnya ada empat poin yang harus dilaksanakan oleh aparatur peradilan di bawah Mahkamah Agung yaitu menjaga kemandirian badan peradilan, memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan, meningkatkan kualitas kepemimpinan dan meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan reformasi birokrasi.

“Sejatinya adalah perubahan paradigma perubahan-perubahan kultur aparatur dalam hal ini adalah aparatur peradilan atau boleh dipersamakan dengan istilah hijrahnya kaum umat hijrahnya para pelayan masyarakat reformasi birokrasi,” ujar Irfanudin.

Hijrahnya para pelayan Masyarakat ini, kata Irfanudin, adalah meninggalkan apa yang dilarang oleh hukum negara dan menuju perubahan. Seluruh aparatur peradilan pengadilan Negeri Bengkulu berkomitmen untuk melakukan upaya-upaya peningkatan integritas aparatur dan peningkatan pelayanan.

Seluruh aparatur pengadilan negeri Bengkulu tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau tataran verbal seperti deklarasi, tetapi harus benar-benar mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam wujud pelayanan prima sesuai prinsip yang selalu dikembangkan sejak awal mengembangkan prinsip memudahkan dan tidak mempersulit.

Dalam membangun komitmen ini, sambung Bapak Irfanudin,SH.,MH ada dua komponen utama yang harus dipenuhi yang pertama adalah komponen pengungkit yang kedua komponen hasil atau indikator hasil yang kedua-duanya sebenarnya sudah dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Bengkulu misalnya untuk Komponen pengungkit yang terdiri dari 6 zona yaitu manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen, sumber daya manusia, pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan fasilitas pelayanan publik.

“Zona ini sudah dilaksanakan akan tetapi pelaksanaan zona ini ketika itu dilaksanakan bukan dalam konteks pembangunan zona integritas dalam konteks akreditasi penjaminan mutu layanan pengadilan. Oleh karena itu, sesungguhnya deklarasi hari ini merupakan syarat formal, karena sesungguhnya Pengadilan Negeri sudah jauh lebih dulu melaksanakan zona tersebut. Sebagai wujud dari dilaksanakan telah mendapatkan penghargaan predikat akreditasi dengan predikat yang terjadi, harus kita tingkatkan karena sebagaimana yang kita sampaikan bahwa kita tidak lepas dari keterbatasan fasilitas yang ada dan mudah-mudahan manakala kita sudah pindah ke tempat atau gedung yang baru kita akan mencapai apa yang kita harapkan,” jelas Irfanudin.

IMG_20190315_085738 IMG_20190315_091752 IMG_20190315_091806 IMG_20190315_091944 IMG_20190315_092038 IMG_20190315_092135 IMG_20190315_092136 IMG_20190315_095427 IMG_20190315_095514 IMG_20190315_095557 IMG_20190315_095801